Minggu, 31 Mei 2026

Kupi Senye

Jangan Main-main dengan Dana Bantuan Penyintas Bencana

‎Setiap rupiah yang diselewengkan bukan sekadar merusak kebijakan, tetapi juga menggerus martabat manusia, memperpanjang penderitaan.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUN GAYO - ‎Kepala Perwakilan YARA Tanoh Gayo, Aceh Tengah, Muhammad Dahlan. Ia menulis opini berjudul 'Jangan Main-main dengan Dana Bantuan Penyintas Bencana', Jumat (13/3/2026). 

Korban banjir dan tanah longsor berhak mengajukan pengaduan jika merasa diperlakukan tidak adil.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh terbuka menerima laporan dugaan maladministrasi dalam penyaluran bantuan.

Sebab, sejak pendataan awal hingga sampai ke penerima manfaat cacat, dana tersebut bersumber dari negara dan harus dipertanggungjawabkan secara terbuka dan transparan.

Sementara itu, Aparat Penegak Hukum (APH) memiliki kewenangan menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan anggaran di lapangan.

Mekanisme ini merupakan bagian penting dari kontrol sosial, agar kebijakan penanggulangan bencana tetap berjalan transparan, adil, dan berpihak kepada para penyintas korban banjir dan tanah longsor.

‎Disinilah peran penting Aparat Penegak Hukum (APH) Penegakan hukum terhadap pelaku penyelewengan dana bantuan harus tegas, agar menjadi peringatan bahwa penderitaan rakyat bukan ruang untuk mencari keuntungan.

Bencana juga Ujian Integritas Para Pemangku Kebijakan

Pada akhirnya, bencana bukan hanya ujian bagi para korban, tetapi juga ujian integritas para pemangku kebijakan.

Jika bantuan yang seharusnya menyelamatkan justru diselewengkan, maka yang runtuh bukan hanya rumah dan jalan yang diterjang banjir, tetapi juga kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

‎Jumat (13/3/2026), dari jantung Dataran Tinggi Tanoh Gayo, Aceh Tengah, kami kembali mengingatkan: Jangan main-main dengan dana bantuan bencana.

‎Setiap rupiah yang hilang dari dana bantuan bencana sejatinya adalah hak para penyintas yang dirampas paksa pada saat hidup mereka berada di titik paling rapuh.

Di saat rumah telah menjadi puing, kebun tertimbun tanah, dan masa depan terasa gelap, bantuan itu seharusnya menjadi penopang terakhir untuk bertahan.

Ketika dana bantuan itu diselewengkan, yang hilang bukan sekadar angka dalam laporan anggaran, melainkan sepotong harapan dari mereka yang sedang berjuang bangkit dari duka yang belum sempat sembuh pascabencana.

*) Penulis adalah Kepala Perwakilan YARA Tanoh Gayo, Aceh Tengah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca juga: YARA Desak Saber Pungli Turun Tangan Tindak Parkir Ilegal di Aceh Tengah

Baca juga: Dugaan Selisih 30 Kg Daging Meugang, YARA Minta Transparansi Pemkab Aceh Tengah

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved