Kupi Senye
Melahirkan Guru yang Berjiwa Profetik
Seorang pendidik yang berjiwa profetik tidak akan fokus pada transmisi pengetahuan semata.
Dimana kurikulumnya harus menekankan dan memperkuat dimensi psikologi pendidikan dan muatan konsling secara khusus.
Kalaulah banyak guru yang disorot karena kompetensinya yang lemah, daya inovasi dan kreativitas rendah.
Serta berorientasi pada materi, tentu yang menjadi salah satu sasaran kritik kita adalah fakultas tarbiyah.
Karena inilah ‘pabrik’ pencetak para calon sarjana pendidikan, artinya ada yang perlu dibenahi.
Bagi penulis kurikulumnya yang perlu diperkuat dengan dimensi psikologi pendidikan tadi sebagai disiplin ilmu dalam menanamkan jiwa profetik.
Dalam kurun waktu yang cukup panjang kita telah salah kaprah memahami siapa sebenarnya guru konsling.
Setiap sekolah memiliki guru konsling dan umumnya menangani peserta didik yang nakal dan suka membuat masalah.
Padahal konsep dasarnya, setiap guru itu adalah konselor dengan dasar psikologi pendidikan yang kuat.
Dimana dia mampu memahami karakter masing-masing peserta didik dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan mereka.
Artinya konsling itu bukan hanya menangani peserta didik yang bermasalah.
Akan tetapi juga sebuah upaya edukatif untuk memberikan motivasi, dan mengarahkan peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya.
Akhirnya, guru harus memahami psikologi pendidikan agar menjadi pribadi yang berjiwa profetik.
Sehingga mampu menjadi konselor dengan bidang studi apapun yang diampunya.
Kita mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan ke arah ini.
Juga mendorong perguruan tinggi yang memiliki fakultas pendidikan atau tarbiyah untuk menguatkan kurikulum yang berbasis pada penguatan dimensi psikologis.
Sehingga mampu melahirkan calon guru inovatif dan kreatif.
Melahirkan metodologi dan model pembelajaran baru.
Semuanya memang tidak mudah, tetapi selalu ada ruang dan kesempatan bagi kita jika ingin berbenah.
*) Penulis adalah Ketua Lembaga Penjamin Mutu, STIT Al-Washliyah Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Johansyah.jpg)