Jumat, 5 Juni 2026

Berita Aceh Tengah

Kopi Gayo dan Peran yang Bisa Dimainkan Program ESG Perbankan

Di pasar internasional kopi ini dikenal dengan berbagai nama seperti Gayo Mountain Coffee, Mandheling Gayo, Sumatra Gayo, dan Sumatra Mandheling.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
KOPI GAYO - Puisi berjudul "Kopi Pagi Kopi Gayo" diciptakan oleh Fikar W Eda pada tahun 2013. Kopi Gayo menyumbang lebih dari 50 persen dari total ekspor kopi arabika Indonesia, dengan nilai Rp 690 miliar. 

Selain itu, perbankan dapat mengembangkan program pelatihan pertanian berkelanjutan.

Termasuk distribusi bibit pohon kopi untuk mendukung reboisasi dan keberlanjutan perkebunan.

Aspek Pemberdayaan Sosial

Dari sisi sosial, program ESG perbankan berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani kopi Gayo.

Salah satu bentuknya adalah pemberian kredit usaha bagi pengusaha kopi skala menengah yang sering kali terkendala modal.

Dukungan lain yang sangat dibutuhkan adalah penyediaan lantai jemur hidrolik untuk pengeringan pasca panen.

Dengan curah hujan tinggi banyak petani dan pengusaha kopi masih mengandalkan lantai jemur tradisional, yang tidak optimal saat hujan turun.

Solusi ini akan membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi kopi Gayo.

Selain itu, pelatihan bagi petani untuk beradaptasi dengan regulasi pasar global juga menjadi kebutuhan mendesak.

Dengan demikian kopi Gayo dapat terus menembus pasar internasional tanpa kendala.

Selanjutnya, perbankan bisa menyediakan dukungan modal kepada para penyelenggara event seperti Desember Kopi Gayo yang sudah diselenggarakan sejak 2016.

Event budaya dalam rangka mengisi panen raya kopi adalah bentuk usaha menciptakan peluang usaha baru dalam bisnis pariwisata dan pengembangan seni budaya.

Para seniman dan insan-insan kreatif memperoleh ruang ekspresi dalam event Desember Kopi dengan mengolah pertunjukan berbasis kopi dalam bentuk karya tari, musik, sastra dan sebagainya.

Sehingga para wisatawan juga memperoleh "asupan seni" pada saat mengunjungi Tanah Gayo, sehingga selain menikmati kopi juga dimanjakan dengan seni kopi.

Kedatangan wisatawan ini menciptakan efek domino luar biasa bagi sektor lainnya.

Aspek Tata Kelola

Dalam aspek tata kelola, bank dapat menerapkan prinsip ESG dalam penilaian pembiayaan bagi korporasi dan petani kopi.

Ini mencakup evaluasi risiko lingkungan, persyaratan khusus terkait praktik keberlanjutan.

Hingga suku bunga pinjaman yang disesuaikan dengan tingkat kepatuhan terhadap standar ESG.

Pendekatan ini akan mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam rantai pasok kopi Gayo.

Secara keseluruhan, implementasi ESG di sektor perbankan akan berkontribusi signifikan terhadap kelestarian kopi Gayo.

Melalui dukungan finansial, pelatihan, dan pengembangan kapasitas, perbankan dapat membantu memastikan bahwa kopi Gayo tetap berkelanjutan, kompetitif di pasar global, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Gayo.

Kopi Gayo bukan sekadar minuman, ia adalah identitas, budaya, dan warisan yang harus dijaga dari generasi ke generasi. (*)

Baca juga: Tim Kepelatihan Anyar Timnas Indonesia Pantau Langsung Liga 1 di Stadion Patriot

Baca juga: Dua Oknum Polisi di Semarang Ditangkap Usai Memeras Pasangan Sejoli Hingga Ancam Warga

Baca juga: Jadwal Liga Voli Korea: Red Sparks Hanya Tanding Sekali Pekan Ini

 


 
 

Sumber: TribunGayo
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved