Kamis, 14 Mei 2026

Kupi Senye

Gerakan Kultural 7 KAIH

Dampak dari kebiasaan-kebiasaan tersebut membutuhkan waktu, sehingga diperlukan pembiasaan.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Dr Kosasih Ali Abu Bakar SKom MMSi
KUPI SENYE - Kemendikdasmen telah meluncurkan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kosasih Ali Abu Bakar seorang Analis Kebijakan Ahli Madya. 

Oleh: Kosasih Ali Abu Bakar *)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Dalam implementasinya melibatkan Catur Pusat Pendidikan bertujuan untuk menjadikan gerakan ini sebagai gerakan kultural dan partisipatif.

Catur Pusat Pendidikan meliputi yaitu satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media.

Gerakan 7 KAIH untuk mengatasi permasalahan anak-anak Indonesia, seperti kekerasan, generasi strawberry, generasi nockturnal, permasalahan fisik dan mental, dampak negatif teknologi, narkoba, judi online, obesitas, dan lain sebagainya.

Gerakan Kultural

Seorang filsuf dan teoretikus politik asal Italia, Gramscy memperkenalkan konsep gerakan kultural sebagai alat untuk mengubah struktur sosial.

Ciri-ciri gerakan kultural antara lain berorientasi kepada budaya, bersifat jangka panjang, melibatkan banyak pihak, dan berbasis partisipasi.

Gerakan 7 KAIH ini akan lebih efektif menggunakan konsep ini.

Pertama, gerakan dilakukan melalui catur pusat pendidikan yang diawali dengan mempengaruhi cara berpikir masyarakat dan menjadikan gerakan ini sifatnya bottom up, melibatkan tokoh atau intelektual yang menyebarkan manfaat 7 KAIH.

Dalam rangka membentuk komunitas-komunitas yang bergerak, dan satuan pendidikan yang menjadi pusat pelaksanaannya.

Kedua, gerakan 7 KAIH melakukan perubahan melalui kebiasaan yang dilakukan sehari hari.

Dampak dari kebiasaan-kebiasaan tersebut membutuhkan waktu, sehingga diperlukan pembiasaan.

Agar pembiasaan ini bisa terjaga keberlangsungannya dan luas sasarannya maka dijadikan sebagai gerakan semesta.

Ketiga, pada satuan pendidikan, 7 KAIH bisa menjadi bagian dari kurikulum dan budaya sekolah, sehingga guru berperan amat penting dalam pelaksanaannya.

Antara lain bisa memberikan pembelajaran aktifitas dan manfaat dari 7 KAIH ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved