Kupi Senye
Gerakan Kultural 7 KAIH
Dampak dari kebiasaan-kebiasaan tersebut membutuhkan waktu, sehingga diperlukan pembiasaan.
Keempat, keluarga harus melakukan pemantauan sekaligus edukasi.
Seperti bangun pagi dan tidur cepat, dua kebiasaan ini satu dengan lainnya amat berhubungan.
Kebiasaan ini merupakan kunci bagi anak untuk merancang aktifitas yang akan dilakukan dan refleksi diri menjadi lebih baik lagi, selain menjaga kesehatan baik fisik, mental, dan spiritual.
Kelima, masyarakat membangun linkungan yang mendukung pembiasaan 7 KAIH ini.
Salah satu hal yang dilakukan adalah menyediakan ruang-ruang perjumpaan untuk melakukan diskusi, mendapatkan praktik baik, sekaligus sebagai forum anak bermasyarakat dengan menyenangkan.
Keenam, media dapat membangun pola berpikir dan menyebarluaskan praktik-praktik baik yang ada melalui jaringan media konvensional dan media sosial.
Keberadaan media sosial mempercepat penyebarluasan gerakan 7 KAIH ini secara massif dan berkesinambungan, sekaligus tempat untuk mengembangkan kapasitas dan dukungan.
Ketujuh, guna mengadvokasi pentingnya 7 KAIH bisa dilakukan melalui konsep hidden curriculum yang pertama kali diperkenalkan oleh Philip W Jackson (1968), terintegrasi dalam intra dan ekstra kurikuler di satuan pendidikan serta ekstra kurikuler dengan melibatkan catur pusat pendidikan.
Aktifitas-aktifitas maupun pembelajaran yang tidak direncanakan secara formal akan tetapi terus dikuatkan dalam berbagai kesempatan dalam rangka mendukung pembiasaan.
Gerakan Kultural melalui Buku Harian atau Jurnal
Gerakan 7 KAIH ini sebagai dari gerakan kultural bisa diawali melalui buku harian atau jurnal.
Setiap peserta didik mencatat aktifitas yang mereka lakukan sehari-hari.
Tentunya, catatan dari buku harian atau jurnal tersebut akan dipantau perkembangannya oleh orang tua, guru, dan satuan pendidikan dalam periode waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan bentuk evaluasi.
Adanya pemantauan orang tua terhadap aktifitas anak melalui buku harian atau jurnal dapat membangun ikatan yang kuat bila diiringi dengan komunikasi dan interaksi.
Prinsip dalam pembiasaan ini adala kejujuran dan kebijaksanaan.
Ditengarai anak-anak tidak akan jujur untuk melaporkan aktifitasnya karena ingin mendapatkan pujian atau tidak ingin mendapatkan hukuman atau persepsi buruk.
gerakan kultural
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Opini TribunGayo
Kupi Senye
TribunGayo.com
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
| Kesehatan Mental Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama |
|
|---|
| Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam |
|
|---|
| Desa Maju Ditentukan oleh Kepemimpinan, Bukan Sekadar Sistem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dr-Kosasih-Ali-Abu-Bakar-SKom-MMSi.jpg)