Kamis, 14 Mei 2026

Kupi Senye

Gerakan Kultural 7 KAIH

Dampak dari kebiasaan-kebiasaan tersebut membutuhkan waktu, sehingga diperlukan pembiasaan.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Dr Kosasih Ali Abu Bakar SKom MMSi
KUPI SENYE - Kemendikdasmen telah meluncurkan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kosasih Ali Abu Bakar seorang Analis Kebijakan Ahli Madya. 

Keempat, keluarga harus melakukan pemantauan sekaligus edukasi.

Seperti bangun pagi dan tidur cepat, dua kebiasaan ini satu dengan lainnya amat berhubungan.

Kebiasaan ini merupakan kunci bagi anak untuk merancang aktifitas yang akan dilakukan dan refleksi diri menjadi lebih baik lagi, selain menjaga kesehatan baik fisik, mental, dan spiritual.

Kelima, masyarakat membangun linkungan yang mendukung pembiasaan 7 KAIH ini.

Salah satu hal yang dilakukan adalah menyediakan ruang-ruang perjumpaan untuk melakukan diskusi, mendapatkan praktik baik, sekaligus sebagai forum anak bermasyarakat dengan menyenangkan.

Keenam, media dapat membangun pola berpikir dan menyebarluaskan praktik-praktik baik yang ada melalui jaringan media konvensional dan media sosial.

Keberadaan media sosial mempercepat penyebarluasan gerakan 7 KAIH ini secara massif dan berkesinambungan, sekaligus tempat untuk mengembangkan kapasitas dan dukungan.

Ketujuh, guna mengadvokasi pentingnya 7 KAIH bisa dilakukan melalui konsep hidden curriculum yang pertama kali diperkenalkan oleh Philip W Jackson (1968), terintegrasi dalam intra dan ekstra kurikuler di satuan pendidikan serta ekstra kurikuler dengan melibatkan catur pusat pendidikan.

Aktifitas-aktifitas maupun pembelajaran yang tidak direncanakan secara formal akan tetapi terus dikuatkan dalam berbagai kesempatan dalam rangka mendukung pembiasaan.

Gerakan Kultural melalui Buku Harian atau Jurnal

Gerakan 7 KAIH ini sebagai dari gerakan kultural bisa diawali melalui buku harian atau jurnal.

Setiap peserta didik mencatat aktifitas yang mereka lakukan sehari-hari.

Tentunya, catatan dari buku harian atau jurnal tersebut akan dipantau perkembangannya oleh orang tua, guru, dan satuan pendidikan dalam periode waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan bentuk evaluasi.

Adanya pemantauan orang tua terhadap aktifitas anak melalui buku harian atau jurnal dapat membangun ikatan yang kuat bila diiringi dengan komunikasi dan interaksi.

Prinsip dalam pembiasaan ini adala kejujuran dan kebijaksanaan.

Ditengarai anak-anak tidak akan jujur untuk melaporkan aktifitasnya karena ingin mendapatkan pujian atau tidak ingin mendapatkan hukuman atau persepsi buruk.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved