Kupi Senye
Gerakan Kultural 7 KAIH
Dampak dari kebiasaan-kebiasaan tersebut membutuhkan waktu, sehingga diperlukan pembiasaan.
Orang tua harus mampu menumbuhkan nilai kejujuran dan menunjukkan kebijaksanaan ketika anak belum sepenuhnya terbiasa dengan pembiasaan yang dilakukan.
Pembangunan ikatan antara kejujuran anak dan kebijaksanaan orang tua akan membangun kesepakatan-kesepakatan yang penuh kesadaran dan edukasi yang bermakna juga menyenangkan.
Sehingga, kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan akan berdampak dan bermanfaat sesuai dengan harapan.
Perlu dipahami bahwa 7 KAIH ini pelaksanaannya tidak hanya dilakukan di rumah, akan tetapi juga di lingkungan satuan pendidikan.
Pertama, guru bertanggungjawab melakukan pemantauan melalui buku harian atau jurnal.
Kedua, satuan pendidikan bisa melakukan evaluasi per semester atau tahunan.
Ketiga, pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporan kegiatan tersebut setiap tahun sekali.
Dan keempat, media melakukan publikasi praktik-praktik baik dari pelaksanaan 7 KAIH ini.
*) Penulis adalah seorang Analis Kebijakan Ahli Madya.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
gerakan kultural
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Opini TribunGayo
Kupi Senye
TribunGayo.com
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
| Kesehatan Mental Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama |
|
|---|
| Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam |
|
|---|
| Desa Maju Ditentukan oleh Kepemimpinan, Bukan Sekadar Sistem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dr-Kosasih-Ali-Abu-Bakar-SKom-MMSi.jpg)