Kupi Senye
Ada Apa Dengan Sekolah Negeri?
Bahkan hingga bulan ini, ada sekolah yang calon siswa barunya belum mencapai sepuluh orang.
Pertanyaan ‘ada apa dengan sekolah umum negeri’ harus menjadi perhatian serius, untuk menghindari pertanyaan baru selanjutnya; ‘apa ada sekolah umum negeri?’
Karena dalam wujud nyatanya sudah dianggap tidak ada, sebab tidak kompetitif.
Kalau memang karena alasan minimnya pendidikan agama dan program inovatif di sekolah umum, berarti aspek inilah yang harus segera dibenahi.
Saya kira untuk sekolah-sekolah umum negeri di Aceh, hal ini potensial untuk dikembangkan karena Aceh memiliki keistimewaan di bidang pendidikan.
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mungkin saatnya memikirkan redesain kurikulum pendidikan agama.
Jika tidak memungkinkan menjadikan kurikulum agama seperti di madrasah, maka bisa dipikirkan program ekstrakurikuler lain yang
dianggap bisa mengisi kekurangan tersebut.
Terakhir, pola full day school untuk sekolah umum negeri.
Banyak orangtua yang saat ini lebih nyaman menyekolahkan anaknya dengan sistem seperti ini, sebab di rumah mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mengawasi anaknya.
Inilah beberapa pandangan tentang sekolah umum negeri. Kita berharap kepada siapa pun kepala dinas Pendidikan Aceh Tengah yang baru nanti mampu menata sekolah umum menjadi lebih baik sehingga kembali diminati. Semoga!
*) Penulis adalah Dosen STIT Al-Washliyah Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dosen-STIT-Al-Washliyah-Aceh-Tengah.jpg)