Kupi Senye
Zulhijjah: Antara Puasa Arafah dan Euforia Meugang
Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi menegaskan bahwa tidak ada hari dimana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama Zulhijjah.
Bahkan hari pertamanya disebut Rasulullah SAW sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi menegaskan bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama Zulhijjah.
Perhatikan kalimat itu: lebih dicintai Allah.
Artinya, ini adalah musim pahala. Musim ketika langit terbuka untuk amal-amal terbaik manusia.
Tetapi ironisnya, sebagian masyarakat justru melewatinya tanpa ruh ibadah yang serius.
Malam-malam Zulhijjah tidak dihidupkan dengan tahajud. Hari-harinya tidak dipenuhi puasa, tilawah, dan sedekah.
Yang ramai justru pusat belanja, pasar daging, dan obrolan tentang menu masakan.
Kita perlu jujur mengatakan bahwa masyarakat modern perlahan sedang mengalami pergeseran orientasi beragama.
Ritual tetap ada, simbol tetap hidup, tetapi kedalaman spiritual mulai memudar.
Agama semakin sering dirayakan secara budaya, tetapi semakin sedikit dihayati sebagai jalan penyucian jiwa.
Padahal hakikat puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar.
Ia adalah latihan menundukkan hawa nafsu.
Ketika jutaan jamaah haji menangis di Arafah memohon ampunan Allah, umat Islam di seluruh dunia sebenarnya diajak ikut masuk dalam suasana spiritual yang sama.
Yaitu memperbanyak istighfar, menahan diri, memperbaiki hati, dan mendekat kepada Allah.
Karena itu, sangat disayangkan jika hari sebesar Arafah justru dipenuhi perilaku konsumtif berlebihan.
Kupi Senye
Opini TribunGayo
Zulhijjah
puasa
Arafah
meugang
Zakiul Fuady Muhammad Daud
dosen
IAIN Takengon
Aceh Tengah
TribunGayo.com
| Aceh dan Sinyal Kemunduran: Ketika Kekhususan Kehilangan Ruhnya |
|
|---|
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
| Kesehatan Mental Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama |
|
|---|
| Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Zakiul-Fuady-Muhammad-Daud_2105.jpg)