Kupi Senye
Zulhijjah: Antara Puasa Arafah dan Euforia Meugang
Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi menegaskan bahwa tidak ada hari dimana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama Zulhijjah.
Kita kadang lupa bahwa terlalu sibuk dengan makanan juga dapat mematikan kepekaan ruhani. Perut terlalu kenyang sering membuat hati sulit khusyuk.
Meja makan terlalu ramai terkadang membuat zikir menjadi sepi. Yang lebih menyedihkan lagi, ada orang yang begitu semangat memasak daging, tetapi tidak tahu kapan puasa Arafah dimulai.
Ada yang sibuk mencari bumbu terbaik, tetapi tidak pernah serius mencari keutamaan hari-hari terbaik di sisi Allah. Ini bukan sekadar soal tradisi, tetapi soal prioritas spiritual umat.
Islam sesungguhnya mengajarkan keseimbangan. Bergembira boleh. Memasak untuk keluarga boleh.
Menyambut Iduladha dengan suka cita juga bagian dari syiar. Tetapi jangan sampai kebahagiaan fisik membunuh kesadaran ruhani.
Jangan sampai dapur lebih hidup daripada hati. Maka sudah saatnya masyarakat Muslim menghidupkan kembali ruh sepuluh awal Zulhijjah.
Hidupkan malamnya dengan doa. Hidupkan siangnya dengan puasa. Perbanyak takbir, istighfar, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
Ajarkan anak-anak bahwa kemuliaan Zulhijjah bukan pada banyaknya daging yang dimakan, tetapi pada banyaknya dosa yang diampuni Allah.
Sebab boleh jadi, inilah Zulhijjah terakhir dalam hidup kita.
Boleh jadi, tahun depan kita bukan lagi orang yang sibuk memasak di dapur, tetapi sudah menjadi nama yang disebut dalam doa keluarga.
Dan ketika ajal datang, yang akan menyelamatkan manusia bukan aroma masakan yang pernah ia nikmati, tetapi amal-amal ikhlas yang pernah ia hidupkan.
Karena itu, sebelum gema takbir Iduladha memenuhi langit, mari bertanya kepada diri sendiri dengan jujur.
Di sepuluh hari paling mulia ini, apakah kita sedang mendekat kepada Allah, atau justru semakin sibuk memuaskan hawa nafsu kita sendiri?
*) Penulis adalah Dosen IAIN Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Jangan Nekat! Ini Sanksi Berat Arab Saudi untuk Jemaah Haji Ilegal
Baca juga: Menjelang Puncak Haji, Jamaah Mulai Berangkat ke Arafah 25 Mei 2026
Baca juga: Musim Haji 2026: Jemaah Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,2 Juta per Orang
Kupi Senye
Opini TribunGayo
Zulhijjah
puasa
Arafah
meugang
Zakiul Fuady Muhammad Daud
dosen
IAIN Takengon
Aceh Tengah
TribunGayo.com
| Aceh dan Sinyal Kemunduran: Ketika Kekhususan Kehilangan Ruhnya |
|
|---|
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
| Kesehatan Mental Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama |
|
|---|
| Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Zakiul-Fuady-Muhammad-Daud_2105.jpg)