Kupi Senye
Membangun Budaya Integritas Aparatur Sipil Negara
Apabila tugas-tugas suatu instansi dilaksanakan oleh individu yang jujur, maka instansi tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Penting bagi para ASN untuk memahami pentingnya hidup sederhana dan menjauhi keserakahan.
Dalam teori yang membahas faktor pendorong korupsi, serakah dan kebutuhan menjadi faktor utama.
Sifat serakah membuat seseorang selalu merasa kekurangan dan terdorong untuk mencari cara apapun untuk
memenuhi kebutuhan tersebut.
Begitu pula dengan kebutuhan, seseorang selalu merasa kebutuhannya belum terpenuhi sepenuhnya.
Misalnya, meskipun seseorang sudah memiliki rumah, ia mungkin ingin rumah yang lebih baik, lebih
mewah, dan sebagainya.
Dorongan untuk memenuhi kebutuhan tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial dapat mendorong seseorang untuk melakukan korupsi.
Satuan kerja memiliki kemampuan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terjalinnya hubungan antar pegawai yang saling peduli, saling menguatkan, dan saling mengingatkan.
Bantuan dapat diberikan kepada pegawai yang menghadapi kesulitan dalam kehidupannya, seperti masalah
keluarga, ekonomi, sosial, dan lain-lain.
Dalam kesimpulannya, integritas merupakan kualitas yang sangat penting dalam kehidupan individu maupun dalam suatu instansi.
Individu yang memiliki integritas akan dipercaya dan dihormati oleh orang lain.
Begitu pula dengan instansi, jika tugas-tugasnya dilaksanakan dengan jujur, maka instansi tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Oleh karena itu, setiap individu dan instansi harus menjadikan integritas sebagai prinsip yang dipegang dalam menjalankan tugas-tugasnya, sehingga akan terwujudlah tujuan birokrasi yang melayani dengan baik, transparan serta akuntabel. (*)
*) Penulis adalah ASN Pemkab Aceh Singkil
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Kupi Senye
Opini Tribun Gayo
Aparatur Sipil Negara
ASN
Tomi Subhan
Aceh Singkil
TribunGayo.com
berita gayo terkini
| Aceh dan Sinyal Kemunduran: Ketika Kekhususan Kehilangan Ruhnya |
|
|---|
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
| Kesehatan Mental Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama |
|
|---|
| Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/TOMI-SUBHAN-3.jpg)