Kupi Senye
Perempuan dan Peran Gandanya
Selain berperan sebagai ibu dan istri, perempuan juga sering berkontribusi dalam perekonomian rumah tangga melalui pekerjaan formal maupun informal.
Oleh Kusni Rohani Rumahorbo SST MSi *)
Peran ganda perempuan adalah fenomena yang semakin umum di era modern.
Selain berperan sebagai ibu dan istri, perempuan juga sering berkontribusi dalam perekonomian rumah tangga melalui pekerjaan formal maupun informal.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia terus meningkat, dengan tingkat partisipasi mencapai 54,52 persen pada tahun 2023.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan yang terlibat dalam kegiatan ekonomi di luar rumah.
Peran ganda ini menambah beban yang harus diemban perempuan.
Di satu sisi, mereka harus memastikan kenyamanan dan kesejahteraan keluarganya, sementara di sisi lain, mereka juga dituntut untuk berkinerja baik dalam karier atau usaha yang dijalankan.
Kombinasi tanggung jawab ini memerlukan manajemen waktu, tenaga, dan perhatian yang baik agar keseimbangan dapat terjaga.
Data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia bekerja rata-rata 13 jam lebih banyak per minggu dibandingkan laki-laki, yang menggambarkan bahwa perempuan sering menghadapi beban kerja ganda.
Mereka harus mengelola waktu antara pekerjaan di luar rumah dan tanggung jawab rumah tangga seperti mengurus anak, membersihkan rumah, dan memasak.
Meskipun perempuan semakin aktif di sektor publik, masih ada anggapan bahwa pekerjaan domestik adalah tanggung jawab utama perempuan.
Dalam banyak rumah tangga, tugas seperti memasak, membersihkan rumah, dan mengasuh anak masih dianggap sebagai kewajiban perempuan.
Tren kesetaraan gender yang berkembang tidak selalu diikuti dengan peningkatan keterlibatan laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga.
Penelitian dari UN Women menunjukkan bahwa stereotip tradisional tentang peran gender di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih sangat mempengaruhi pembagian tugas di rumah tangga.
Laki-laki sering dianggap sebagai pencari nafkah utama, sementara perempuan diharapkan mengurus rumah tangga, meskipun mereka juga bekerja di luar rumah.
Kupi Senye
opini
Kusni Rohani Rumahorbo SST MSi
Perempuan dan Peran Gandanya
BPS
Bener Meriah
berita tribun gayo hari ini
| Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal |
|
|---|
| Banjir Sumatra, Cara Alam Membuka Aib Pemerintah |
|
|---|
| Fenomena Cognitive Dissonance pada Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan oleh Orang Terdekat |
|
|---|
| Kelangkaan Gas Elpiji di Aceh Tengah: Cermin Lemahnya Pengawasan dan Ketimpangan Distribusi Subsidi |
|
|---|
| Peran Baitul Mal Aceh Tengah dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Kampung Keramat Mupakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/1-Kusni-Rohani-Rumahorbo.jpg)