Kupi Senye
Takengon Kolam Air Multiguna
Kami warga Takengon menyampaikan usul sederhana: kalau drainase tak dibenahi juga, bolehlah sekalian diresmikan sebagai “kolam kota multiguna.”
Tentu saja, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan langit. Hujan itu karunia. Tapi kalau karunia ini selalu berubah jadi musibah, mungkin sudah waktunya kita bercermin, bukan hanya mengeluh sambil menggulung celana.
Sayangnya, banjir ini seperti sinetron yang tayang tiap musim: ceritanya sama, aktornya itu-itu juga, ending-nya bisa ditebak, tapi
penontonnya tetap harus sabar.
Masalahnya bukan pada air yang datang, tapi pada niat yang seringkali tidak ikut turun bersama hujan.
Padahal kalau pemerintah benar-benar ingin, solusinya sudah ada. Kota dataran tinggi lain seperti Bandung juga pernah dilanda banjir, tapi sekarang mulai menata drainase dan penertiban pembangunan.
Kalau Takengon mau belajar, bukan tidak mungkin kita bisa membalikkan keadaan: dari kota yang basah air hujan, menjadi kota yang basah pujian.
Namun, selama penyusunan RPJMD lebih sibuk membahas taman selfie daripada sistem pengelolaan air, kita akan terus begini: banjir, berbenah sebentar, lalu lupa.
Akhirnya, kita harus akui, Takengon bukan tenggelam karena letaknya, tapi karena lalainya.
Kalau pemerintah bisa tepat waktu seperti hujan, mungkin genangan air hanya tinggal kenangan.
Tapi selagi tanggap darurat masih lebih cepat daripada tanggap rencana, maka kita hanya bisa berharap: semoga air cepat surut, dan akal sehat cepat muncul.
Kami tak butuh karpet merah saat bencana, cukup saluran air yang lancar dan perencanaan yang masuk akal.
Sebab kami bisa terima hujan deras, asal jangan pemikiran dangkal.
Dan terakhir, kami warga Takengon menyampaikan usul sederhana: kalau drainase tak dibenahi juga, bolehlah sekalian diresmikan sebagai “kolam kota multiguna.”
Bisa untuk memancing saat pagi, berenang sore hari, dan tempat kontemplasi pejabat setiap kali ditagih janji.
Karena sejujurnya, kami tak takut hujan, kami hanya lelah menampung kecewa.
*) Penulis adalah mahasiswa di Aceh Tengah, email: rizkirahayuf@gmail.com
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Rizki-Rahayu-Fitri-mahasiswa-asal-Aceh-Tengah.jpg)