Kupi Senye
Bencana, Tata Kelola dan Ujian Kepercayaan
Banjir dan tanah longsor tidak hanya meruntuhkan rumah, jalan, jembatan infrastruktur dasar, tetapi juga mengguncang kehidupan para penyintas.
Namun satu hal tidak boleh ditawar, memastikan hak para penyintas terpenuhi secara layak, tepat sasaran, dan tanpa problematika di lapangan.
Dari daratan tinggi tanoh Gayo kita belajar, harapan pemulihan tetap ada ketika Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh SKPD bekerja Solid dan para penyintas menjaga solidaritas.
Tanggung jawab pemerintah daerah tidak berhenti pada fase darurat.
Ia harus memastikan memasuki rehabilitasi dan rekonstruksi harus disiapkan secara tahapan prosedural berbasis analisis statistik, terstruktur, dan berkelanjutan, agar korban bisa kembali menjalani kehidupan normal pascabencana.
Disinilah ukuran keberhasilan penanganan bencana sesungguhnya ditentukan.
Dari jantung dataran tinggi tanoh Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah, pesan ini layak kami diulangi,“Bencana menguji, tata kelola dipertaruhkan.”
Mendagri Imbau Pemerintah Daerah Menyusun Data Korban Bencana
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah menyusun data korban bencana secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) guna mempercepat penyaluran bantuan dan memastikan tepat sasaran.
Imbauan ini disampaikan seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Jumat (27/3/2026).
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera, Tito Karnavian, menegaskan bahwa verifikasi data tersebut bukan pekerjaan ringan, terutama dalam situasi pascabencana.
Namun, kecepatan dan ketepatan data menjadi kunci agar bantuan pemerintah pusat segera dirasakan masyarakat.
Ia juga mendorong daerah lain mencontoh langkah cepat tersebut, seraya menegaskan bahwa dukungan ini memacu pemerintah daerah untuk bergerak lebih sigap dalam memverifikasi data bagi penerima manfaat.
*) Penulis adalah Kepala Perwakilan YARA Tanoh Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Aceh Tengah tidak Dapat Dana Tambahan DAU Penanggulang Bencana, Hanya Otsus Rp 1,1 Miliar
Baca juga: Angin Kencang Terjang Huntara Korban Bencana di Ketipis Bener Meriah, 5 Bangunan Rusak
Kupi Senye
Opini TribunGayo
Muhammad Dahlan
YARA Tanoh Gayo
Aceh Tengah
Bener Meriah
bencana
TribunGayo.com
| Aceh dan Sinyal Kemunduran: Ketika Kekhususan Kehilangan Ruhnya |
|
|---|
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
| Kesehatan Mental Anak Harus Menjadi Perhatian Bersama |
|
|---|
| Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/muhammad-dahlan-YARA-Tanoh-Gayo.jpg)