Kupi Senye

Siapa Bisa Melawan Tagore?

Meski sudah menginjak usia 70-an tahun, gebrakan politik yang ia lakoni tetap menarik untuk diikuti.

FOTO IST
Pengamat Sosial di Kabupaten Bener Meriah, Muhammaddinsyah. 

Oleh : Muhammaddinsyah *)

Makin Tua Makin Jadi, Begitulah ungkapan yang paling layak disematkan kepada Ir Tagore Abu Bakar mantan bupati pertama kabupaten Bener Meriah yang dipilih melalui pesta demokrasi belasan tahun silam.

Ia menjadi satu-satunya Bupati Bener Meriah yang selamat sampai akhir masa jabatan, dua kali setelahnya harus terhenti di tengah jalan.

Meski sudah menginjak usia 70-an tahun, gebrakan politik yang ia lakoni tetap menarik untuk diikuti.

Sejarah mencatat, ia merupakan satu-satunya tokoh Bener Meriah yang berhasil merebut kursi legislatif kasta tertinggi di negeri ini yaitu DPR-RI.

Meski tidak menang di periode keduanya baik sebagai calon bupati maupun DPR-RI, Tagore tidak lah dapat di pandang sebelah mata.

Faktanya, namanya masih melekat di benak masyarakat khususnya generasi lama yang merasakan langsung pemerintahan kabupaten Bener Meriah di masa kepemimpinan beliau.

Kali ini ia kembali turun gunung, memantapkan diri ikut bertarung di Pilkada Bener Meriah. Berpasangan dengan pengusaha kopi yang namanya juga tidak lagi asing di telinga masyarakat Ir Armia Ahmad.

Mengusung jargon pepatah Gayo, "Benang Gasut, ulaken ku elangen" Tagore terbukti masih mampu menarik minat masyarakat Bener Meriah.

Bahkan dirinya dan Armia masih menjadi pasangan calon yang paling diminati oleh partai-partai pemegang kursi DPRK. 

Demokrat yang punya dua kursi di parlemen memantapkan diri menyerahkan rekomendasi kepada pasangan Tagore- Armia. Kemudian Hanura dengan tiga kursi dan PAN dengan 1 Kursi.

Total enam kursi sudah di tangan pasangan ini, lebih dari cukup sebagai syarat sebagaimana peraturan perundang-undangan.

Belum lagi, ada Gerindra yang tampak lebih tertarik mengusung Tagore dari pada calon lainnya.

Jika Gerindra masuk koalisi maka Tagore- Armia (TAGAR) akan melaju disokong empat partai dengan total sembilan kursi DPRK.

Di lain sisi, di tengah hiruk pikuk melesatnya elektabilitas pasangan TAGAR publik kian menunggu calon-calon lain yang dikira mampu bersaing atau dalam bahasa lain sekelas dengan pasangan calon Tagore- Armia.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved