Kupi Senye
Sejarah Umah Pitu Ruang
Umah Pitu Ruang adalah rumah adat tradisional suku Gayo yang berasal dari dataran tinggi Aceh, seperti Takengon, dan Bener Meriah.
Oleh: Fitri Hidayati *)
Pendahuluan
Keberagaman budaya Indonesia tercermin dalam ribuan suku yang tersebar dari sabang sampai marauke.
Setiap suku memiliki identitas unik yang termanisfestasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk rumah adat.
Salah satu rumah adat yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi adalah rumah adat suku Gayo yang di kenal dengan sebutan
“Umah”.
Berlokasi di dataran tinggi Gayo, yang kini menjadi bagian dari tiga kabupaten utama di Aceh yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, umah lebih dari sekadar tempat tinggal.
Ia adalah representasi dari nilai-nilai luhur, kearifan lokal, struktur sosial, hingga spiritualitas masyarakat Gayo.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh tentang rumah adat Gayo, mulai dari sejarah, ciri arsitekturnya, nilai budaya yang di kandungnya, perannya dalam kehidupan sosial dan spiritual, hingga tantangan pelestariannya di tengah modernisasi yang terus berkembang.
1. Sejarah Umah Pitu Ruang ( Rumah Adat Tujuh Ruangan)
Umah Pitu Ruang adalah rumah adat tradisional suku Gayo yang berasal dari dataran tinggi Aceh, seperti Takengon, dan Bener Meriah.
Nama “Pitu Ruang”, mencerminkan pembagian ruangan sesuai fungsi adat dan kehidupan keluarga.
Sejak dulu, rumah ini dihuni oleh keluarga besar dan hanya di bangun oleh tokoh adat atau keluarga terpandang.
Selain sebagai tempat tinggal, Umah Pitu Ruang juga berfungsi sebagai pusat kegiatan adat, tempat musyawarah, serta upacara adat
dan keagamaan.
Umah tersebut terbuat dari kayu tanpa paku, rumah ini menunjukan keahlian tradisional dan nilai kebersamaan masyarakat Gayo.
Kini, Umah Pitu Ruang menjadi simbol budaya yang terus dilestarikan sebagai warisan leluhur.
2. Asitektur Umah: Simbol Keindahan dan Fungsi
| Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal |
|
|---|
| Banjir Sumatra, Cara Alam Membuka Aib Pemerintah |
|
|---|
| Fenomena Cognitive Dissonance pada Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan oleh Orang Terdekat |
|
|---|
| Kelangkaan Gas Elpiji di Aceh Tengah: Cermin Lemahnya Pengawasan dan Ketimpangan Distribusi Subsidi |
|
|---|
| Peran Baitul Mal Aceh Tengah dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Kampung Keramat Mupakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/MAHASISWI-IAIN.jpg)