Kupi Senye
Reklamasi, Nama Lain dari Perampokan Ekologis Lut Tawar
TAKENGON hari ini berdiri di atas dua kekuatan, potensi dan bahaya. Di satu sisi, ia adalah kota yang menawan. Kaya alam, sejuk udaranya
Takengon sedang berdiri di persimpangan jalan, antara akan menjadi kota madya yang maju dan beradab, atau menjadi kota yang mati pelan-pelan karena membiarkan danau tercemar dan lingkungan rusak.
Pilihannya ada di tangan kita rakyat, pemerintah, pemuda, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.
Danau Lut Tawar tidak bisa bicara, tapi kita bisa. Jangan tunggu sampai airnya kering dan udaranya sesak baru kita sadar.
Sebab ketika danau mati, yang hilang bukan hanya pemandangan. Yang hilang adalah nyawa kota
Takengon itu sendiri.(*)
*) Penulis adalah Mahasiswa Hukum asal Aceh.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Durian Runtuh? Mualem Melanggeng di 2029
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/PENULIS-RIZKI-RAHAYU-FITRI.jpg)