Kupi Senye
Fenomena Cognitive Dissonance pada Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan oleh Orang Terdekat
Dalam konteks pelecehan seksual, terutama yang dilakukan oleh sosok yang dipercaya, disonansi ini bisa menjadi sangat kompleks.
Tetapi karena hubungan itu menyimpan sejarah panjang yang sulit dibuang begitu saja.
Dari beberapa bentuk perilaku yang timbul dari korban, tentu akan membawa dampak buruk bagi psikologis korban.
Korban cenderung mengalami kecemasan dan tekanan yang berkepanjangan, depresi, ketakutan pada relasi
baru.
Kemudian kehilangan kepercayaan diri, luka berlapis (trauma, kebingungan identitas, serta kehilangan support system.
Inilah mengapa pelecehan oleh orang terdekat sering lebih mematikan secara emosional dibanding pelaku asing.
Bagaimana Korban Dapat Mengurangi Cognitive Dissonance pada Kasus Pelecehan Seksual yang dilakukan oleh Orang Terdekat?
Hal terpenting yang dapat dilakukan oleh korban adalah mengakui apa yang dialami adalah salah.
Pengakuan internal adalah langkah awal untuk memutus disonansi, mendapat validasi dari lingkungan aman.
Konseling dengan ahli (psikolog), membangun batasan yang tegas dengan pelaku.
Kemudian lingkungan sering menjadi faktor penentu apakah disonansi korban berkurang atau justru semakin mempeburuk trauma.
Korban akan lebih baik jika lingkungan tidak menyalahkan korban, tidak memaksa korban untuk memaafkan,
Tidak menutup kasus demi nama baik keluarga, memberikan tempat aman untuk bersuara, menghormati proses pemulihan korban.
Karena pada dasarmya cognitive dissonance bukan kelemahan korban.
Ia adalah mekanisme bertahan hidup yang terbentuk ketika seseorang harus berhadapan dengan kenyataan yang terlalu menyakitkan.
Ditengah maraknya kasus pelecehan seksual orang terdekat yang terjadi pada era sekarang ini, memahami cognitive dissonance bukan hanya kajian psikologi.
Tetapi kebutuhan sosial untuk memastikan korban mampu pulih tanpa harus berjalan sendirian. (*)
*) Penulis adalah Guru Bimbingan Konseling di SMA Muhammadiyah Gayo Lues dan Alumni Psikologi UIN AR-Raniry Banda Aceh 2020.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Kasus Ayah Nodai Anak Kandung di Gayo Lues, Ini Tanggapan Aktivis Perempuan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Liza-Sera.jpg)