Kupi Senye
Warkop Mei Baru di Peunayong
Ada sebuah tempat minum kopi di Peunayong yang masih tetap mempertahankan tradisionalitasnya tapi dengan rasa kopi yang dapat merindukan
Tapi Mei tidak mampu bertahan dan tutup. Mungkin penerusnya tidak terlalu tertarik melanjutkan warung kopi itu, dan seperti warga Tionghoa lainnya di Aceh lebih suka mencari nafkah di Jakarta.
Pewaris Mei mungkin juga pergi ke kota lain. Tapi Mei Baru terus bertahan. Kini dikelola oleh cucu Huang Sik Fung, Hasmolie dan adik perempuannya.
*) Penulis adalah Sahabat Kuliner Aceh dan mantan anggota DPR RI.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Kupi Senye
warkop
warung kopi
Peunayong
Opini TribunGayo
Teuku Taufiqulhadi
TribunGayo.com
berita gayo terkini
kopi
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
| Zulhijjah: Antara Puasa Arafah dan Euforia Meugang |
|
|---|
| Aceh dan Sinyal Kemunduran: Ketika Kekhususan Kehilangan Ruhnya |
|
|---|
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
| Jangan Sentuh Harta Wakaf: Kutukan Sejarah bagi Mereka yang Mengkhianati Amanah Umat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dr-Teuku-Taufiqulhadi-78.jpg)