Jumat, 22 Mei 2026

Kupi Senye

Warkop Mei Baru di Peunayong

Ada sebuah tempat minum kopi di Peunayong yang masih tetap mempertahankan tradisionalitasnya tapi dengan rasa kopi yang dapat merindukan

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO- Dr Teuku Taufiqulhadi adalah Sahabat Kuliner Aceh dan mantan anggota DPR RI yang mengirimkan tulisan opininya ke TribunGayo.com, Selasa (11/2/2025). Ia menulis opini tentang 'Warkop Mei Baru di Peunayong'. 

Jadi dapat dipastikan, roti jenis, yang hampir tidak terdapat di warung kopi lain tersebut, menjadi favorit pelanggan.

Semula saya berpikir, apa yang dimaksudkan roti bohong itu bolong tanpa isi di dalamnya. Tapi justru tidak demikian.

Itu adalah jenis roti biasa, yang menurut Hasmolie dipesan dari pabrik roti dan ditambah selai yang dibaut sendiri.

Selai inilah yang mungkin rahasianya. Selai ini sama dengan selai roti Samahani. Bedanya, selai di Mei Baru tidak terlalu manis -- rasa manis yang tepat.

Di Balik itu, Mei Baru ini, tidak hadir dengan serta merta dan dan dapat nama. Ia memiliki cerita panjang, yang sebelumnya dikenal hanya warung kopi "Mei". 

Pendirinya Huang Sik Fung pada kisaran tahun 1970-an. Huang memilih tempat persis sebelah Bioskop Merpati, salah satu bioskop terkenal di Banda Aceh saat itu.

Selain itu masih ada Bioskop Gajah dan Bioskop Garuda. Bioskop Gajah itu kini berubah menjadi beberapa bangunan seperti Gedung KONI Aceh dekat Pante Perak. 

Sementara Bioskop Garuda dekat Blangpadang. Jalan Twk Muhammad Daudsyah di Penayong, memang bukan down town. Karena down Town Banda Aceh tempo dulu adalah Pasar Aceh seperti Jalan Perdagangan.

Tapi Peunayong pusat perbelanjaan yang sangat favorit kala itu. Tidak sesibuk Pasar Aceh tapi tersedia semua barang yang diperlukan para warga banda Aceh. 

Mulai dari pasar tradisonal hingga pasar modern ditambah bioskop.

Dengan demikian, karena ada bioskop dan benyak sekali warung kopi dan warung nasi, Peunayong menjadi pusat hiburan juga.

Huang Sik Fung menggelar warungnya di antara itu, dan cukup laris karena kopinya yang enak dan selai roti bohong sebagai andalan. 

Selin itu, orang terbiasa melihat Warung Kopi Mei karena juga di sebalahnya ada sebuah warung-warung masakan China lainnya yang terkenal karena rasa mie kwetiau yang sangat enak. 

Setelah Huang Sik Fung meninggal, Warung Kopi Mei jatuh kepada dua anaknya.

Tapi lambat laun, Mei terpecah. Si sulung tetap dengan nama "Mei", sementara adiknya mendirikan "Mei Baru".

Sumber: TribunGayo
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved