Kupi Senye

Total-Awareness Menuju Perubahan

Dalam pandangan Muhammad Asad, takwa merupakan self-awareness (kesadaran diri) seseorang tentang eksistensinya di alam raya ini.

ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO- Dr Johansyah MA adalah Dosen STIT Al-Washliyah Aceh Tengah. Ia menulis opini berjudul 'Total-Awareness Menuju Perubahan', Sabtu (29/3/2025). 

Oleh: Dr Johansyah MA *)

Ramadhan segera berlalu, dan kita akan bersua dengan bulan Syawal.

Disatu sisi ada kegembiraan karena kita telah berusaha menjalani Ramadhan penuh makna dengan berbagai amalan yang dianjurkan; puasa, shalat tarawih, membaca Alquran memperanyak infaq dan sebagainya.

Di sisi lain ada rasa sedih yang mendalam karena kita tidak memiliki kesempatan untuk fokus melakukan peningkatan kualitas diri sebagaimana yang kita lakukan di bulan mulia ini. 

Lagi pula, tidak ada jaminan bagi kita untuk dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan.

Tujuan akhir ibadah puasa adalah untuk menumbuhkan karakter takwa.

Dalam pandangan Muhammad Asad, takwa merupakan self-awareness (kesadaran diri) seseorang tentang eksistensinya di alam raya ini.

Bahwa dia menyadari dengan sepenuhnya bahwa hidup adalah dedikasi kepada Tuhan secara total dalam semua aspek kehidupan.

Dalam teori Humanistiknya, Abraham Maslow menegaskan bahwa self-awarenesss adalah cara seseorang memahami dirinya sendiri.

Apa kelebihan dan kekuragan dirinya. Bagaimana caranya dia dapat melejitkan kelebihannya dan dapat menutupi kekurangannya, serta ke arah mana pengembangan diri yang akan dia tuju.

Sutton (Dalam Alias et.el, 2019) menyatakan kesadaran diri secara umum adalah sejauh mana seseorang sadar akan keadaan internal diri mereka dan hubungan mereka dengan orang lain.

Penting Bagi Manusia

Self-awareness menjadi penting bagi manusia sebagai makhluk yang diberikan kepercayaam mengelola bumi.

Hal ini terutama berkaitan dengan kenyamanan dalam menjalin interaksi sosial dan menjaga keharmonisan dengan makhluk Tuhan lainnya hingga menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi alam semesta.

Dalam terma Alquran disebut dengan rahmatan li al ‘alamiin (rahmat bagi seluruh alam semesta).

Dari awal hingga akhir, secara umum Alquran bercerita tentang orang-orang yang memiliki self-awareness sebagai kelompok manusia yang senantiasa mempertahankan keutuhan alam semesta, dan mengelolanya berdasarkan regulasi wahyu dan sabda.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved