Kupi Senye
Usulan untuk Pendidikan Aceh
Diakui atau tidak, mutu pendidikan Aceh juga masih berada di posisi bawah bila dibandingkan dengan pendidikan pada daerah lainnya di Indonesia.
Oleh: Dr Johansyah MA *)
Aceh dikenal sebagai daerah istimewa, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, pasal 3 ayat (2).
Ada empat penyelenggaraan keistimewaan Aceh, yakni penyelenggaraan kehidupan beragama, penyelenggaraan kehidupan adat, penyelenggaraan pendidikan, dan peran ulama dalam penetapan kebijakan daerah.
Dalam uraian ini saya hanya akan fokus pada satu bidang keistimewaan Aceh, yaitu pendidikan.
Menurut saya, meski pun pendidikan Aceh dalam bingkai pendidikan nasional, tapi Aceh memiliki peluang untuk mengembangkannya lebih spesifik sesuai dengan kekhasannya.
Tapi, hingga saat ini kekhasan tersebut rasanya belum terlihat.
Pertanyaan mengenai perbedaan pendidikan Aceh dengan pendidikan di daerah lain, masih sulit untuk dijawab.
Diakui atau tidak, mutu pendidikan Aceh juga masih berada di posisi bawah bila dibandingkan dengan pendidikan pada daerah lainnya di Indonesia.
Padahal keistimewaan pendidikan dengan dukungan dana otonomi khusus seharusnya bisa menjadikan pendidikan Aceh lebih baik dari daerah lainnya di Indonesia.
Paling tidak masuk peringkat sepuluh besar pendidikan terbaik di nusantara.
Untuk itu, kita berharap di era kepemimpinan Muzakir Manaf-Fadhlullah pendidikan Aceh bisa menjadi lebih baik.
Hal ini dimungkinkan sekiranya Gubernur Muzakir melakukan beberapa hal serius untuk perbaikan pendidikan.
Pertama, memperjelas arah pendidikan Aceh, untuk itu idealnya ada cetak biru pendidikan Aceh.
Tujuan cetak biru pendidikan ini adalah untuk meletakkan landasan yang kokoh dan memberikan arah yang jelas pendidikan Aceh ke depan.
Isinya mencakup visi, misi, tujuan, program, hingga strategi yang akan dilakukan dalam
waktu jangka pendek, menengah, dan jangka panjang pendidikan Aceh.
| Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal |
|
|---|
| Banjir Sumatra, Cara Alam Membuka Aib Pemerintah |
|
|---|
| Fenomena Cognitive Dissonance pada Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan oleh Orang Terdekat |
|
|---|
| Kelangkaan Gas Elpiji di Aceh Tengah: Cermin Lemahnya Pengawasan dan Ketimpangan Distribusi Subsidi |
|
|---|
| Peran Baitul Mal Aceh Tengah dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Kampung Keramat Mupakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dr-Johansyah-MA.jpg)